Kamis, 06 Juni 2013

Ilmuwan Temukan Cara Ubah Semen jadi 'Besi'

detail berita 
Peneliti temukan formula untuk mengubah semen jadi besi (Foto: BBC)
CALIFORNIA - Ilmuwan menemukan formula untuk mengubah semen menjadi besi cair. Cara ini memungkinkan semen menjadi semi-konduktor dan membuka peluang untuk penggunaan perangkat elektronik.

Dilansir Sciencedaily, Selasa (28/5/2013), penggunaan perangkat elektronik konsumen ini bisa dimanfaatkan untuk bahan film tipis, pelapis pelindung serta chip komputer. "Material baru ini bisa digunakan untuk banyak aplikasi," ungkap Chris Benmore, Department of Energy's (DOE) Argonne National Laboratory Amerika Serikat.

Lebih lanjut ia mengatakan, formula baru ini bisa digunakan sebagai resistor film tipis untuk display kristal cair. Kristal cair ini umumnya digunakan untuk monitor komputer panel datar yang dipakai saat ini.

Perubahan ini menunjukkan cara yang unik untuk membuat bahan logam-kaca, yang memiliki atribut positif termasuk lebih tahan terhadap karat ketimbang logam tradisional. Selain itu, kerapuhan juga dapat dikurangi serta kemudahan dalam pengolahan dan pencetakan.

Sebelumnya, hanya logam yang mampu untuk bertransisi ke bentuk kaca-logam. Semen ini menggunakan proses yang dinamakan perangkat elektron.

"Fenomena menjebak elektron dan mengubah semen cair ke logam cair ditemukan baru-baru ini, namun tidak dapat dijelaskan secara rinci. Kini, kami tahu kondisi yang diperlukan untuk menciptakan elektron yang terperangkap dalam material. Kami bisa mengembangkan dan menguji material lain untuk menemukan apakah kami dapat membuat mereka menghantarkan listrik dengan cara ini," jelasnya. (fmh)

http://techno.okezone.com/read/2013/05/28/56/814041/ilmuwan-temukan-cara-ubah-semen-jadi-besi 

UNDIP BISA BERBICARA DI KOMPETISI NASIONAL HI-GREAT UNIVERSITAS BRAWIJAYA



1/6/2013-Tiga mahasiswa Universitas Diponegoro lagi-lagi berhasil membawa pulang trophi Runner Up di ajang kompetisi bergengsi tahunan HI-GREAT 2013 yang diadakan oleh FTP Universitas Brawijaya Malang. Walaupun hanya meraih juara 2 dengan selisih point 0, 35 dari sang juara yang berasal dari tuan rumah. Adapun rincian total point sebagai berikut:
Juara 1 yang dimotori oleh Muhammad Nur Sigit angkatan 2010 dari Universitas Brawijaya dengan point 752, 6; Juara 2 yang dimotori oleh Savitri Rachmawati angkatan 2012 dari Universitas Diponegoro dengan point 752, 25; dan Juara 3 yang dimotori oleh Galih Dwi angkatan 2010 dari Universitas Negeri Yogyakarta dengan terpaut total point dukup jauh yaitu 740,9.
Dinar Andaru Mukti (2012 FKM UNDIP) dan Diah Apriliani Amaliah (2011 Kimia FSM UNDIP) yang tergabung dalam tim delegasi UNDIP, walaupun dalam ajang kompetisi personil tim ini termasuk ke dalam angkatan paling muda, namun mereka tak gentar menghadapi kompetitor dari ITS, UGM, IPB, UNY, dan juga tuan rumah UB. Dari ratusan peserta yang tersebar di 20 perguruan tinggi se-Indonesia yang mengirim abstrak, dijaring 62 peserta lolos abstrak untuk selanjutnya mengikuti tahap penilaian karya tulis ilmiah. Dari seleksi tahap dua dipilih 10 finalis terbaik berdasarkan hasil penilaian tim reviewer. Ke sepuluh finalis tersebut kemudian diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitiannya dan membawa produk untuk expo.
Pernahkah anda berpikir tentang sekam padi yang diaplikasikan pada produk sabun antiseptik? Waw…kok bisa ya? Tentu saja bisa. Pernahkah pula anda mendengar isu-isu tentang berkembangnya teknologi nano di seluruh penjuru dunia? Ya…inilah dasar dari munculnya gagasan kreatif tersebut. Ketiga mahasiswa lintas jurusan ini mencoba membuat sebuah inovasi yang mengusung tema Go Green. Mereka mencoba masuk ke dalam ranah agroindustry dengan mengalihfungsikan limbah sekam padi dan tanaman yodium (Jatropha multifida Linn.).
“Dalam metode penelitian ini, teknologi nanolah yang menyulap limbah sekam padi menjadi serbuk yang memiliki aktifitas terhadap serangan mikroorganisme patogen. Namun produk ini masih perlu pengembangan lebih lanjut untuk menembus pangsa pasar di ranah nasional”, ujar salah satu tim delegasi UNDIP saat diwawancarai Senin (3/6/2013) lalu.
Pada kesempatan yang sama anggota lain tim ini menuturkan bahwa, “Terwujudnya karya tulis ilmiah ini memang tidaklah mudah. Butuh perjuangan dan kerja keras untuk memperjuangkan sebuah ide yang bisa dikatakan “gila” sampai bisa terealisasikan menjadi sebuah produk generasi satu. Semangat kami tak kan pernah padam, apalagi ditambah dukungan dari dosen pembimbing kami tercinta, Bapak Yudhy Dharmawan, SKM, M.Kes. Beliau pernah mengatakan bahwa trophy, piagam, uang, itu bukanlah sebuah tujuan yang harus kamu capai, yang terpenting adalah proses, lakukan proses itu dengan totalitas hingga kamu akan mendapatkan hasil yang maksimal. Ucapan terima kasih kami kepada beliau untuk bimbingan moril dan materiil selama ini. Tidak lupa kami juga berterima kasih kepada Nano Sains Forum (organisasi nanoteknologi eksternal kampus di UNDIP) dan Nano World Indonesia (organisasi nanoteknologi tingkat nasional) yang telah membimbing kami selama proses penelitian teknologi nano”.
“Cukup buktikan dengan kualitas dan kredibilitas dalam kompetisi, mental semua orang yang sesungguhnya akan teruji dalam sebuah kompetisi. Jadi, keep calm dan buktikan bahwa kita memang pantas bersaing di kancah nasional maupun internasional”, ujar Imam Pesuwaryantoro (Teknil Sipil UNDIP 2010) sang peraih 4 kali trophy juara nasional sekaligus Ketua Nasafor UNDIP. Dan selaku Vice Director Nano World Indonesia, Kasto Wijoyo Teguh Guntoro (D3 Instrumentasi dan Elektronika UNDIP 2010) mengatakan, “Banyak orang mengira bahwa menanokan sebuah material itu susah, tetapi tidak berlaku pada kami di Organisasi Teknologi Nano khususnya di Indonesia. Bersama nanoteknologi mari kita tingkatkan teknologi nasional”. Sebagai penutup, ketua tim delagasi kompetisi HI-GREAT dari UNDIP berpesan untuk terus tingkatkan kreatifitas melalui karya. Yakinkan bisa, maka anda pasti bisa. Do more creative with tiny materials and catch your dream. (by:VeeVee).




Rabu, 05 Juni 2013

AKHIRNYA UNDIP BISA BERBICARA DI KOMPETISI NASIONAL
HI-GREAT UNIVERSITAS BRAWIJAYA
1/6/2013-Tiga mahasiswa Universitas Diponegoro lagi-lagi berhasil membawa pulang trophi Runner Up di ajang kompetisi bergengsi tahunan HI-GREAT 2013 yang diadakan oleh FTP Universitas Brawijaya Malang. Walaupun hanya meraih juara 2 dengan selisih point 0, 35 dari sang juara yang berasal dari tuan rumah. Adapun rincian total point sebagai berikut:
Juara 1 yang dimotori oleh Muhammad Nur Sigit angkatan 2010 dari Universitas Brawijaya dengan point 752, 6; Juara 2 yang dimotori oleh Savitri Rachmawati angkatan 2012 dari Universitas Diponegoro dengan point 752, 25; dan Juara 3 yang dimotori oleh Galih Dwi angkatan 2010 dari Universitas Negeri Yogyakarta dengan terpaut total point dukup jauh yaitu 740,9.
Dinar Andaru Mukti (2012 FKM UNDIP) dan Diah Apriliani Amaliah (2011 Kimia FSM UNDIP) yang tergabung dalam tim delegasi UNDIP, walaupun dalam ajang kompetisi personil tim ini termasuk ke dalam angkatan paling muda, namun mereka tak gentar menghadapi kompetitor dari ITS, UGM, IPB, UNY, dan juga tuan rumah UB. Dari ratusan peserta yang tersebar di 20 perguruan tinggi se-Indonesia yang mengirim abstrak, dijaring 62 peserta lolos abstrak untuk selanjutnya mengikuti tahap penilaian karya tulis ilmiah. Dari seleksi tahap dua dipilih 10 finalis terbaik berdasarkan hasil penilaian tim reviewer. Ke sepuluh finalis tersebut kemudian diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitiannya dan membawa produk untuk expo.
Pernahkah anda berpikir tentang sekam padi yang diaplikasikan pada produk sabun antiseptik? Waw…kok bisa ya? Tentu saja bisa. Pernahkah pula anda mendengar isu-isu tentang berkembangnya teknologi nano di seluruh penjuru dunia? Ya…inilah dasar dari munculnya gagasan kreatif tersebut. Ketiga mahasiswa lintas jurusan ini mencoba membuat sebuah inovasi yang mengusung tema Go Green. Mereka mencoba masuk ke dalam ranah agroindustry dengan mengalihfungsikan limbah sekam padi dan tanaman yodium (Jatropha multifida Linn.).
“Dalam metode penelitian ini, teknologi nanolah yang menyulap limbah sekam padi menjadi serbuk yang memiliki aktifitas terhadap serangan mikroorganisme patogen. Namun produk ini masih perlu pengembangan lebih lanjut untuk menembus pangsa pasar di ranah nasional”, ujar salah satu tim delegasi UNDIP saat diwawancarai Senin (3/6/2013) lalu.
Pada kesempatan yang sama anggota lain tim ini menuturkan bahwa, “Terwujudnya karya tulis ilmiah ini memang tidaklah mudah. Butuh perjuangan dan kerja keras untuk memperjuangkan sebuah ide yang bisa dikatakan “gila” sampai bisa terealisasikan menjadi sebuah produk generasi satu. Semangat kami tak kan pernah padam, apalagi ditambah dukungan dari dosen pembimbing kami tercinta, Bapak Yudhy Dharmawan, SKM, M.Kes. Beliau pernah mengatakan bahwa trophy, piagam, uang, itu bukanlah sebuah tujuan yang harus kamu capai, yang terpenting adalah proses, lakukan proses itu dengan totalitas hingga kamu akan mendapatkan hasil yang maksimal. Ucapan terima kasih kami kepada beliau untuk bimbingan moril dan materiil selama ini. Tidak lupa kami juga berterima kasih kepada Nano Sains Forum (organisasi nanoteknologi eksternal kampus di UNDIP) dan Nano World Indonesia (organisasi nanoteknologi tingkat nasional) yang telah membimbing kami selama proses penelitian teknologi nano”.
“Cukup buktikan dengan kualitas dan kredibilitas dalam kompetisi, mental semua orang yang sesungguhnya akan teruji dalam sebuah kompetisi. Jadi, keep calm dan buktikan bahwa kita memang pantas bersaing di kancah nasional maupun internasional”, ujar Imam Pesuwaryantoro (Teknil Sipil UNDIP 2010) sang peraih 4 kali trophy juara nasional sekaligus Ketua Nasafor UNDIP. Dan selaku Vice Director Nano World Indonesia, Kasto Wijoyo Teguh Guntoro (D3 Instrumentasi dan Elektronika UNDIP 2010) mengatakan, “Banyak orang mengira bahwa menanokan sebuah material itu susah, tetapi tidak berlaku pada kami di Organisasi Teknologi Nano khususnya di Indonesia. Bersama nanoteknologi mari kita tingkatkan teknologi nasional”. Sebagai penutup, ketua tim delagasi kompetisi HI-GREAT dari UNDIP berpesan untuk terus tingkatkan kreatifitas melalui karya. Yakinkan bisa, maka anda pasti bisa. Do more creative with tiny materials and catch your dream. (by:VeeVee).